Jumat, 16 Januari 2015

GURUKU TERSAYANG


///Pagiku Cerahku/bersinar/kugendong tas merahku/di pundak//Selamat pagi semua/kunantikan dirimu/di depan kelasmu/menantikan kami///

Sepintas lirik ini seperti melemparku jauh ke masa lalu, bernostalgia dengan masa dimana aku masih anak-anak hingga kini setahun sudah aku menjadi guru di salah satu sekolah di Jakarta.

Namun hampir setahun pula, aku tak melihat rasa seperti sendu dari nada lagu yang dinyanyikan ini. Entah apa karena, “akunya” yang belum baik mejadi guru atau persoalan lainnya?

Dalam keputusan Mendikbud yang akhirnya memeutuskan bahwa sekolah boleh kembali ke KTSP setelah satu semester sebelumnya sekolah-sekolah menerapkan kurikulum 2013 dalam pembelajaran di kelas. Dari petikan pernyataannya, sungguh sangat benar bahwa perubahan kurikulum belum tentu secara langsung ikut juga menjadikan hasil pendidikan lebih baik. Karena faktor yang paling dasar dan harusnya dibenah dengan maksimal adalah manajemen dan leadership di sekolah terlebih dahulu dengan cara mengoptimalkan kemampuan kepala sekolah dan guru-gurunya dengan baik melalui pelatihan dan proses pembelajaran.

...
///Guruku Tersayang/Guru tercinta/Tanpamu apa jadinya aku/Tak bisa baca tulis
Mengerti banyak hal/Guruku terimakasihku//Nyatanya diriku/Kadang buatmu marah/Namun segala ma'af/Kau berikan///

SELAMAT PAGI GURU !
DENGARLAH NYANYIMU !

0 komentar:

Posting Komentar